Es Pocong dan Mendoan di Kedai Lorong

Nama Pocong ternyata nggak cuma sebutan hantu belaka. Buktinya, nama Pocong digunakan sebagai salah satu menu di kedai Lorong. Meski namanya cukup menyeramkan, tapi jangan salah duga dulu.
Bertempat di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, tepat di sebelah Gang Sawo, kedai ini menyediakan dua menu andalannya yakni ‘Es Pocong’ dan ‘Tempe Mendoan.’ Walau terbilang sederhana, tapi kedai ini selalu dipenuhi pengunjung. Nggak heran juga mengingat lokasinya yang cukup strategis dilalui mahasiswa/i sekitar.
Asal tahu saja, Es Pocong yang dimaksud kedai Lorong ini adalah seperti es Palubutung khas Makassar. Berisikan bubur beras ketan, potongan pisang kukus dan kue moci, es tersebut disajikan dengan sirup pisang susu.
Begitu juga dengan Tempe Mendoan. Sebenarnya tak ada yang istimewa, tapi yang membedakan adalah bumbu kecapnya. Sang empunya kedai mem-blender kecap dan cabai rawit jadi satu. Alhasil, rasa kecap itu secara merata menjadi manis dan pedas. Bumbu yang tepat untuk penganan tempe yang dihidangkan hangat.
Konon, setiap harinya kedai Lorong bisa menghabiskan 1.000 tempe. Harganya pun sangat terjangkau, yakni seribu rupiah saja. Menu-menu yang tersedia lainnya juga cukup unik. Tengok saja ada ‘Lontong Setan,’ ‘Usus Leak,’ ‘Ati Ampela Mayat’ atau ‘Nasi Uduk Tuyul’.
Soal minuman lain, juga banyak tawaran. Tak lupa sebagai penarik minat pengunjung, banyak nama-nama ‘aneh’ yang bisa anda temukan. Cicipi es ‘Voodoo’ yang diolah dari sirup mangga gedong plus soda dan susu. Segar! Minuman yang tepat untuk melepaskan dahaga di siang hari.
Ada juga es ‘Kuntilanak’ yang adalah campuran dari Kopyor, soda dan susu atau ‘Eternal Sunshine’ yang disajikan dari jeruk dan soda.
Dengan kreasi yang tepat dan lokasi yang menentukan, kedai Lorong cukup diminati. Kendati tempatnya kecil nan sederhana, para pengunjung bisa sedikit bersantai sambil mengisi perut yang kosong.

menarik juga cerita tentang pocong ni ya..salam dari malaysia
Comment by waliz — 25 September 2007 @ 11:26 am
Mau donk nyobain satu ajah…
Comment by Suwahadi — 21 November 2007 @ 2:20 am
wah wisata kulinernya bikin ngiler….
Comment by nunik — 10 July 2008 @ 7:59 pm
g udah pernah nyoba es pocong.mmhh enakk..buka dong dizurich Swiss hehe..ditunggu ya
Comment by dian — 21 July 2008 @ 9:41 pm
dooohhh….ngiler deeehh…
Rooomm..kpn ne traktiraaann??heheee
Comment by us3 — 27 February 2009 @ 4:40 pm