Musik31 May 2006 3:07 pm

When the day is long and the night, the night is yours alone,
When you’re sure you’ve had enough of this life, well hang on
Don’t let yourself go, ‘cause everybody cries and everybody hurts sometimes

Sometimes everything is wrong. Now it’s time to sing along
When your day is night alone, (hold on, hold on)
If you feel like letting go, (hold on)
When you think you’ve had too much of this life, well hang on

‘Cause everybody hurts. Take comfort in your friends
Everybody hurts. Don’t throw your hand. Oh, no. Don’t throw your hand
If you feel like you’re alone, no, no, no, you are not alone

If you’re on your own in this life, the days and nights are long,
When you think you’ve had too much of this life to hang on

Well, everybody hurts sometimes,
Everybody cries. And everybody hurts sometimes
And everybody hurts sometimes. So, hold on, hold on
Hold on, hold on, hold on, hold on, hold on,

The hottest songs from R.E.M.

Dedicated to: Semua korban gempa bumi yang terjadi di Yogyakarta dan Jawa Tengah

Umum 2:51 pm

Makanan bisa jadi obat? Lebih tepat bila dikatakan meredakan. Nenek moyang kita sudah terbiasa mengonsumsi makanan tertentu untuk meredakan keluhan penyakit. Jadi tak ada salahnya belajar dari mereka.Yuk!

1. Sakit kepala?
Makanlah ikan! Konsumsi banyak ikan, karena minyak ikan membantu mencegah sakit kepala. Begitu pula jahe, yang mengurangi peradangan dan sakit.

2. Cegah Stroke?
Minum teh! Cegah ternetuknya cadangan lemak di dinding arteri dengan minum teh secara teratur (sesungguhnya teh juga menekan nafsu makan dan melunturkan lemak..apalagi teh hijau juga oke untuk sistem kekebalan)

3. Kena insomnia?
Minum madu! Minum madu sebatai teman minum teh atau langsung diminum begitu saja.

4. Asma?
Konsumsi bawang! Makan bawang dapat membantu mengurangi sesak napas karena serangan asma.

5. Artritis?
Makan ikan dong! Salmon, tuna, mackerel dan sardines sesungguhnya mencegah artritis. Ikan kaya minyak omega yang bagus bagi sistem kekebalan).

6. Perut berontak?
Pisang, jahe deh! Jahe akan menyembuhkan morning sickness dan perasaan mual hendak muntah.

7. Infeksi kandung kemih?
Minum jus berry! Kandungan asam yang tinggi pada jus buah berry mengendalikan bakteri yang berbahaya

8. Punya masalah tulang?
Makanlah nanas! Keretakan tulang dan osteoporosis dapat dicegah dengan kandungan mangan pada nanas.

9. Diare?
Makan apel. Gigitlah apel berikut kulitnya, biarkan sejenak buahnya coklat dan kemudian makankah untuk meringankan diare. Pisang juga bagus untuk meredakan mencret.

10. Penyumbatan arteri?
Makan alpukat. Asam lemak tak jenuh menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

11. Tekanan darah tinggi?
Makan seledri dan minyak zaitun. Minyak zaitun menunjukkan bukti dapat menurunkan keluhan tekanan darah tinggi, sedangkan seledri mengandung zat kimia yang dapat menurunkan tekanan darah.

12. Ketidakseimbangan gula darah?
Makan brokoli dan kacang Kandungan kromium pada brokoli dan kacang membantu mengatur insulin dan gula darah.

13. Gampang lupa?
Makan tiram. Tiram membantu memperbaiki fungsi mental dengan memasok seng yang dibutuhkan otak.

14. Premenstrual syndrome?
Makan cornflakes. Wanita yang kerap emngalami PMS dapat membiasakan mengonsumsi cornflakes yang membantu mengurangi depresi, kelelahan dan kegelisahan

Umum 2:40 pm

Dapet dari milis KSR Brawijaya…. 

Pasti Anda semua cukup familiar dengan kalimat di atas. Ini merupakan plesetan judul sebuah film tahun 1980-an yang dibintangi oleh Lydia Kandou dan Deddy Mizwar. Kenapa tiba-tiba saya menyebut judul ini? Anda pasti dapat menduganya. Ini berkaitan dengan target-target yang akan kita kejar.

Saya ingin berbagi pengalaman mengenai target. Jujur saja, kadang-kadang saya mencapai target, kadang-kadang juga tidak. Ketika tak mencapai target, saya sungguh menyesal. Tetapi, bahkan ketika mencapai target, saya juga menyesal. Kenapa? Karena, saya merasa hal tersebut telah saya bayar dengan harga yang sangat mahal.

Di kantor upaya pencapaian target sering membuat saya kehilangan waktu untuk bersosialisasi dan menjalin hubungan dengan para kolega. Banyak pula terjadi konflik antar individu maupun antar tim semata-mata karena mengejar target. Di beberapa organisasi — termasuk organisasi politik — saling sikut, saling jegal dan saling menjatuhkan juga dilakukan untuk mengejar ‘’setoran.'’ Buntut dari semua ini adalah perasaan sakit hati, dendam, dan permusuhan yang tak hilang dalam waktu singkat.

Di rumah target-target ini sering membuat kita menomor duakan hubungan yang akrab dengan anggota keluarga. Kita kehilangan saat-saat berharga dengan pasangan dan anak-anak. Saya sangat menyesal karena tak sempat menikmati saat-saat yang indah ketika anak pertama saya belajar berjalan. Saya juga tak ingat kapan persisnya ia mulai berbicara. Kesempatan itu telah hilang dan takkan pernah kembali. Saya terlalu sibuk dan sering hanya sempat mencium kening kedua anak saya saat mereka telah tertidur lelap.

Padahal kalau dipikir-pikir, apa sih yang kita cari dalam hidup ini? Targetkah atau kebahagiaan itu sendiri? Untuk menjawabnya, saya ingin mengajak Anda merenungkan saat-saat Anda berbaring di tempat tidur menunggu maut menjemput. Akankah Anda mengatakan, ‘’Alangkah bahagianya kalau saya dapat meluangkan waktu lebih banyak di kantor?'’ ataukah ‘’Alangkah bahagianya kalau saya dapat meluangkan waktu lebih banyak lagi dengan keluarga dan orang-orang yang saya cintai?'’ Coba renungkan hal ini secara mendalam!

Ada sebuah cerita menarik mengenai seorang eksekutif yang tengah berlibur di sebuah desa. Suatu siang ia berjumpa dengan seorang nelayan yang sedang asyik bermain dengan kedua anaknya. Eksekutif ini bertanya kenapa sang nelayan tak bekerja lebih keras, padahal hidupnya masih kekurangan. ‘’Katakan, apa yang dapat saya lakukan!'’ ujar nelayan.

‘’Belilah kapal yang lebih besar!'’ kata sang eksekutif. ‘’Dengan demikian Anda dapat menangkap ikan lebih banyak.'’ Nelayan kembali bertanya, ‘’Dengan ikan yang lebih banyak, apa yang dapat saya lakukan?'’

‘’Jualah ke kota, Anda akan mendapat uang banyak,'’ lanjut sang eksekutif. ‘’Dengan uang itu Anda dapat membangun rumah yang bagus dan menyekolahkan anak-anak sehingga menjadi orang yang pintar. Nah, dengan semua yang anda miliki itu anda akan sangat berbahagia.'’

Mendengar hal itu sang nelayan malah tertawa terbahak-bahak, ‘’Kalau kebahagiaan yang saya cari, buat apa repot-repot. Sekarangpun saya sudah sangat bahagia!'’

Pikirkanlah benar-benar apa yang sebenarnya Anda kejar, target-target Andakah, atau kebahagiaan itu sendiri? Inilah ironisnya manusia modern. Kita menciptakan target kita sendiri, yang kadang-kadang sengaja dibuat lebih tinggi dari kemampuan kita. Kemudian target itulah yang sepanjang tahun mengejar-ngejar kita, membuat kita makan tak enak dan tidur tak nyenyak. Target inilah yang selalu kita bawa kemanapun kita pergi.
 
Target telah menggantikan hidup itu sendiri. Perilaku manusia modern ternyata tak jauh berbeda dengan manusia zaman dahulu yang menciptakan berhala-berhala mereka sendiri, kemudian repot-repot menyembahnya. Target-target ini telah menjadi ‘’tuhannya'’ manusia modern!

Karena itu, bagi Anda yang telah menyusun target tahun ini, ada beberapa hal yang ingin saya sarankan.
Pertama, Anda boleh saja ‘’memiliki target,'’ tetapi jangan sampai Anda ‘’dimiliki target.'’
Coba renungkan perbedaan yang sangat dalam antara dua kata ini.
 
Kedua, Anda perlu menyadari bahwa tercapai atau tidaknya target berada di luar kontrol Anda. Karena itu, memikirkan target hanya akan melemahkan Anda sendiri, membuat Anda semakin stres, dan tak berdaya.
Yang dapat dikontrol semata-mata adalah usaha Anda.
Analoginya, Anda tak dapat mengontrol jam berapa Anda sampai di kantor.
Yang dapat Anda kontrol adalah jam berapa Anda berangkat dari rumah.

Tujuan kita hidup adalah mencari kebahagiaan. Tapi banyak orang yang mengatakan begini, ‘’Saya baru bahagia kalau berhasil mencapai target.'’ Ucapan ini hanyalah untuk menghibur diri. Anda takkan pernah bahagia karena begitu target tahun ini tercapai, target tahun depan sudah siap mengejar Anda, bahkan dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Kalau saja target tersebut bisa berbicara, inilah yang akan ia katakan kepada Anda ‘’Kejarlah Daku, Kau Kukejar!'’